Assalamualaikum wr wb
Hari itu tanggal 16 November 2012
Setelah sempat bertanya kebeberapa tetangga, akhirnya ibuk mengajakku pergi ke seorang tukang jahit.
Pada awalnya kami kesulitan menemukan alamat rumahnya, hingga akhirnya kami menemukan sebuah rumah bercat oranye dengan seekor induk dan dua ekor puppy didalamnya.
"permisi, ibuu", begitu kira-kira ibuku memanggil si empunya rumah. Seorang wanita setengah baya keluar dari persembunyian dalam rumahnya.
"ada apa ya bu?",sang empunya rumah mengeluarkan suara
"ini bu kami mau jahit pakaian",jawab ibuku
"ooh,mari masuk buu",singkat sang ibu penjahit.
obrolan antara ibuku dengan penjahit tersebut berlangsung hampir selama kami berada disana.
hingga sebuah percakapan membuatku terhenyak.
"saya itu bu, kalo bekerja maksimal. Semua saya kerjakan sendiri, semata - mata agar hasil karya saya dapat dilihat oleh Tuhan. Saya bekerja untuk Tuhan"
well,kata - kata itu masih sering terngiang - ngiang di benak saya. Seorang penganut katolik. Yaa,si ibu penjahit adalah seorang penganut katolik taat.
dengan prinsipnya bekerja untuk Tuhan, beliau kerahkan seluruh kemampuannya hanya untuk membuat Tuhannya senang.
Jika dibandingkan dengan penganut Islam yang taat (maaf, saya juga seorang muslim,tetapi saya tidak melihat pengabdian tersebut pada diri muslim sendiri) sungguh sangat jauh sekali. Banyak dari kami bekerja hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup. boro - boro mau mikir ngabdi sama Allah. well, walaupun saya sendiri juga masih seperti itu.
tetapi tidak tahu mengapa, saya banyak menemukan nilai - nilai luhur Islam dalam agama lain. Contohnya saja Hindu di Bali. Jika kita lihat rutinitas peribadatan mereka, hampir 24 jam mereka berdoa. Belum lagi setiap menjelang pagi, mereka harus menyiapkan sajen bagi para dewa mereka.
Mari tilik sejenak dengan rutinitas subuh muslim. Tidak sedikit muslim yang menunaikan ibadah solat subuh setelah kumandang iqomah seelesai. bahkan mungkin 1 jam setelah adzan baru ditunaikan.
tulisan saya ini tidak bermaksud untuk mengejek kepercayaan saya sendiri. tapi semata - mata untuk menyadarkan kaum muslim bahwa agama kita "ISLAM" adalah agama benar, dan Allah sudah menetapkannya di dalam Kitab suci Al - Quran. Mengapa kita malah jauh lebih bobrok dibandingkan umat lain?masih gengsikah kita mengakui bahwa keadaan kita saat ini jauh dari kata beradab. Penghormatan dan Kebutuhan terhadap Illahi hanya menjadi rutinitas yang nyata. tidak sampai ke dalam kalbu.
lebih kurangnya saya mohon maaf
wassalamualaikum wr wb
mari berubah, mari mengabdi pada Allah
No comments:
Post a Comment