Total Pageviews

Thursday, December 13, 2012

cs

dear readers. how's your day overthere? i hope it's much happier than worst  :)

well, malam ini saya ingin sedikit bercerita mengenai perasaan saya hari ini, dan mungkin 6-7 tahun yang lalu. ready for listen it. check this out :)

jadi, awal mula saya menyukainya itu awal kelas 2 smp. perasaan pertama adalah kagum
yaah, hanya sebatas itu saja. hingga saya menyadari ketika ia duduk didekat sepupu wanita saya. ada sebuah rasa panas yang menjalar keluar, inginnya marah. tapi saya masih belum paham saya ingin marah karena apa. baru 3 tahun terakhir saya sadar, ternyata perasaan saya berkembang sangat cepat.

pernahkah kalian menyukai sepupu kalian sendiri? awalnya mungkin memang kagum, tetapi kemudian berkembang menjadi sebuah perasaan terlarang. perasaan itu timbul seiring intensnya komunikasi antara kita dengan "dia".

well, saya pikir itu adalah hal yang wajar. dalam artian, selama kita masih bisa membenahi dan terus memperbaiki perasaan kita yang salah kaprah itu. mengapa salah kaprah? karena :
1. kita saudara sepupu. entah dari pihak ayah atau ibu, pastilah ayah/ibu "dia" bisa jadi adik/kakak kandung dalam satu keluarga. ini berarti ada kedekatan gen dalam tubuh kita dan "dia"
2. Secara agama, karena saya muslim, didalam Islam telah tercantum dalam al Quran surat an - nisa mengenai 4 golongan yang tidak boleh dinikahi oleh umat muslim. cari sendiri deh di ayat yang mana. =D

saya tidak mengatakan bahwa untuk melupakan orang yang sangat dekat dan kita cintai itu gampang, tapi saya hanya mau berkata bahwa perasaan ini tidak benar.

tahukah kalian, sampai detik saya menulis ini, saya belum bisa melupakan perasaan saya terhadap "dia". ketika bertemu itu rasanya benar - benar seperti : "saya mau dia" benar?

saya masih belum tau bagaimana cara melenyapkan perasaan ini, yang jelas ketika perasaan ini tumbuh semakin kuat, seiring pula datang kemurkaan Allah untuk kita.

saya tidak mau menjadi manusia munafik, tentunya perasaan saya untuk sepupu saya ini dalam. hanya saja saya masih belum mengetahui seberapa dalamnya perasaan ini. yang jelas, saya tersiksa ketika mempunyai perasaan ini.

perasaan ini membuat saya harus bertanggung jawab tidak hanya untuk diri saya sendiri tetapi jga untuk orang lain dan keluarga besar saya.

arrrghh, Allah what should i do then?

No comments:

Post a Comment